1. Hitung bahan baku kering
Gunakan kadar air sebagai fraksi massa bahan yang diterima. Bahan baku basah 2.250 ton/tahun dengan kadar air 43,5% memiliki fraksi kering 56,5%. Bahan baku keringnya adalah 2.250 × (1 − 0,435) = 1.271,25 ton/tahun. Sisa 978,75 ton merupakan air.
Jangan langsung mengalikan rendemen biochar pada basis kering dengan massa bahan baku basah. Cara tersebut ikut menghitung air sebagai bahan yang dapat dikonversi sehingga hasil produksi menjadi terlalu tinggi.
2. Hitung biochar dan massa karbonnya
Kalikan bahan kering dengan asumsi rendemen biochar pada basis kering. Rendemen 25% menghasilkan 1.271,25 × 0,25 = 317,8125 ton biochar kering/tahun. Dengan asumsi kandungan karbon 70%, massa karbonnya adalah 317,8125 × 0,70 = 222,46875 ton C/tahun.
Rendemen berbeda dari kandungan karbon. Rendemen menunjukkan massa biochar dari bahan baku kering. Kandungan karbon menunjukkan bagian biochar yang berupa karbon. Nilai aktual memerlukan pengukuran produksi dan analisis laboratorium.
3. Konversikan menjadi ekuivalen CO₂ bruto
Perbandingan massa molekul CO₂ terhadap karbon adalah 44/12. Kalikan massa karbon dengan rasio tersebut. Hasilnya 222,46875 × 44/12 = 815,71875 ton CO₂e/tahun. Nilai bruto ini belum memperhitungkan ketahanan penyimpanan atau emisi proyek.
Mode perencanaan ENVIID kemudian memakai asumsi faktor karbon stabil 80%. Hasilnya 652,575 ton CO₂e/tahun. Mode ini mengurangi asumsi emisi proyek sebesar 10% dari nilai stabil tersebut, yaitu 65,2575 ton.
4. Baca hasil perencanaan dengan tepat
Estimasinya adalah 652,575 − 65,2575 = 587,3175 ton CO₂e/tahun. Dashboard menampilkannya sebagai 587,3. Rumus lengkap mode perencanaan adalah:
Massa basah × (1 − kadar air) × rendemen kering × kandungan karbon × 44/12 × 0,80 × 0,90
Dua faktor terakhir merupakan asumsi perencanaan ENVIID. Keduanya bukan nilai baku untuk semua sertifikasi. Hasilnya merupakan estimasi skenario, belum menjadi kredit karbon yang diterbitkan. Pelaporan penghilangan terverifikasi membutuhkan metodologi yang sesuai, hasil produksi terukur, bukti penyimpanan, inventaris emisi, dan verifikasi independen.
5. Gunakan jam operasi dan rincian emisi
Dengan 6.300 jam operasi per tahun, kebutuhan laju umpan basahnya adalah 2.250 × 1.000 / 6.300 = 357,14 kg/jam. Perubahan jam operasi mengubah kebutuhan laju umpan. Hasil tahunan tetap sama selama massa pasokan tahunannya tetap. Kebutuhan laju tersebut tidak membuktikan kapasitas reaktor.
Mode terperinci menerima fraksi persistensi dan data aktivitas emisi listrik, metana, pengangkutan, pengadaan bahan, pengamanan, serta emisi lain. Mode ini meminta sumber faktor dan menandai input yang belum lengkap. Mode ini tidak mengganti bukti yang belum tersedia dengan potongan asumsi perencanaan.
Buka kalkulator penghilangan karbon biochar untuk mengubah skenario. Baca panduan MRV digital untuk memahami catatan pendukung input. Protokol biochar Isometric menyediakan rujukan metodologi terpisah untuk perhitungan penghilangan bersih.